​Kearifan local adalah merupakan ciri khas daerah yang memiliki nilai dan makna dalam kehidupan social masyarakat. Mempertahankan kearifan local adalah simbol masyarakat yang menghargai hasil budaya leluhur yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Dalam system social masyarakat adalah merupakan komponen utama, masyarakat adalah bahagian  dari system social, dan mem-

bangun system social tidak terlepas dari membangun atau mengidupkan kembali nilai-nilai sosislo budaya. Nilai-nilai social budaya ini lah yang dinamakan dengan kearifan local. Kemajemukan masyarakat dalam suatu daerah tidak menutup kemungkinan munculnya komplik-komplik social yang dapat menyebabkan runtuhnya keteraturan social dalam masyarakat. Komplik social merupakan bencana yang juga menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. Apabila kuantitas komplik social meningkat akan berimbas pada gangguan keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat. Ketentraman dan kesejahteraan masyarakat juga tergantung pada kondisi kemanan dan kertiban ditengah masyarakat. Era globalisasi dan kemajuan tehknologi saat sekarang ini disamping mendatangkan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat juga berpotensi mendatangkan keresahan social yang nantinya akan menimbulkan komplik. Oleh karena itu untuk menjaga keteraturan social dalam kemajemukan masyarakat perlu adanya penanganan bersama antara pemerintah dengan masyarakat (social leader).

Kota Pariaman yang merupakan daerah yang memiliki masyarakat yang majemuk ditambah lagi daerah tujuan wisata memiliki potensi kerawanan social. Penanganan potensi kerawanan social ini tidak saja tanggungjawab pemerintah secara keseluruhan keterlibatan tokoh masyarakat seperti niniak mamak, alim ulama, pemuda dan bundokanduang (social leader) sangat dibutuhkan. Dalam upaya pemberdayaan social leader Pemerintah Kota Pariaman telah melakukan berbagai upaya dengan melakukan pembinaan dan fasilitasi untuk tumbuh dan berkembanganya nilai-nilai budaya dan pembinaan pada lembaga-lembaga social serta pelestarian dan pembinaan kesenian dan permainan anak nagari.

Agar terbentuknya kembali nilai-nilai budaya dan kearifan local di Kota Pariaman pemerintah telah membangun kembali lembaga-lembaga social seperti memperkuat keberadaan Kerapatan Adat Nagari dengan memberikan fasilitas seperti pembangunan kantor KAN, membantu biaya operasional setiap tahunya, dan melakukan pembinaan terhadap pengurus KAN dan niniak mamak melalui program-program pelatihan dan pembinaan tokoh adat oleh masing-masing SKPD. Untuk tingkat Kota Pariaman keberandaan LKAAM dan Bundokanduang sangat disupor oleh pemerintah Kota Pariaman dengan memberikan fasilitas-fasilitas agar keberadaan LKAAM dan Bundokanduang dapat menjadi salah satu mitra pemerintah dalam pelestarian nilai-nilai budaya. Salah satu fasilitasi pemerintah Kota Pariaman terhadap pelestarian nilai-nilai budaya pada LKAAM dan Bundokanduang adalah Pemerintah Kota Pariaman akan melaksanakan acara “batagak gala”. Batagak gala ini adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah Kota Pariaman dalam melestarikan dan menghidupkan kembali potensi social leader nantinya dapat membantu pemerintah dalam merumuskan dan menegakan aturan-aturan adat ditengah-tengah masyarakat.

Program pemerintah Kota Pariaman dalam menghidupkan dan melestarikan kearifan local yang sudah hilang ditengah masyarakat telah dibentuk “dubalang desa dan barakai “. Dubalang adalah orang atau individu yang secara adat dan budaya memiliki kemampuan fisik dan kemampuan  akal dalam menegakan keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat. Kemudian “barakai” adalah anggota masyarakat yang diberi kepercayaan untuk mewujudkan kebersihan dan keindah nagari. Keberadaan dubalang ini alah nantinya akan dijadikan sebagai mitra pemerintah dalam membina dan menegakan ketertiban dan keamanan ditengah masyarakat, karena dubalang diyakini memiliki kemampuan interaksi dan komunikasi social dan dekat dengan masyarakat. 

Kemudian Kota Pariaman dalam pelestarian kesenian dan permainan anak nagari telah banyak melakukan pembinaan-pembinaan terhadap anak nagari untuk kembali menghidupkan kembali kesenian tradisional dan permainan anak nagari. Upaya pembinaan ini dilakukan dalam bentuk memfasilitasi dan mendorong dihidupkannya kembali kesenian tradisional seperti randai, silek, dan gandang tasa. Untuk mensosialisasikannya serta memasyarakatkan kembali kesenian tradisional itu setiap ivent dan acara-acara yang ada di Kota Pariaman kesenian randai, silek, gandang tasa dan pepatah petitih adat ditampilkan baik acara yang diadakan pemerintah maupun acara yang di adakan masyarakat/organisasi.    

Priyaldi, S. Sos

Dosen STIA BNM Pariaman 
          

Advertisements